13 Desember 2017 17:26 wib

Medan, 13 Desember 2017. Terkait diskusi kontroversial "Jejak Pelacur Arab Dalam Seni Baca Alquran' yang diadakan lembaga lembaga RESAM FIS UINSU Medan tanggal 11 Desember lalu, maka pembicara tunggal dalam kegiatan tersebut yaitu Saudara Yasir Arafat membuat pernyataan permohonan maaf atas kekhilafan yang dilakukannya.

Berikut ini adalah isi lengkap surat pernyataan tersebut yang diunggah di halaman Facebook pribadinya yang juga disampaikan kepada pimpinan UINSU Medan.

Surat Pernyataan

Saya yang bertandatangan di bawah ini; dengan ini menyatakan bahwa:

Nama                                :  M. Yaser Arafat, MA

NIP                                  :  198309302015031003

Jabatan/Gol                     :  Asisten Ahli/IIIb

Institusi                            :  Fakultas  Ilmu Sosial UIN Sumtera Utara

1. Saya merupakan pemakalah/pemateri dalam diskusi dengan judul “Jejak Pelacur Arab dalam Seni baca Alquran”pada Senin 11 Desember 2017.

2. Makalah dengan judul yang dimaksud ini merupakan sebagian data penelitian saya yang belum selesai. Sehingga,bukan kesimpulan final dan tetap. Karena itu secara akademik sangat terbuka pada usaha koreksi data, metodologi dan kesimpulan.

3. Bahwa adapaun niat membicarakan materi dengan judul di atas murni hal keilmiahan tanpa maksud dan tujuan lainnya.

4. Bahwa kemudian judul diskusi yang dianggap menyinggung etnis Arab dan meresahkan masyarakat Islam Indonesia, saya menyatakan menyesal dan memohon maaf.

5. Dalam hal diskusi selainnya, saya berjanji pemilihan judul dan materi akan memperhatikan kearifan dan nilai yang hidup di masyarakat.

6. Bahwa perlu saya tambahkan dalam pernyataan ini, bahwasanya dekan dan dekanat tidak pernah saya libatkan untuk pemilihan judul dan tema diskusi tersebut.

Demikian pernyataan ini dibuat tanpa ada paksaan dari unsur manapun.

Yang Menyatakan,

M.Yaser Arafat, MA